Implementasi Web Server Aplikasi Jasa Menggunakan XAMPP dan Windows Server 2003 pada Oracle VirtualBox

shares |

 Nama    : Gian Kumar

NIM       : 231011701029

Kelas      : 06SIFP012

Implementasi Web Server Aplikasi Jasa

Pada praktik mata kuliah Keamanan Sistem Informasi, saya melakukan implementasi aplikasi web berbasis PHP dan MySQL menggunakan XAMPP sebagai web server. Selain itu, saya juga menggunakan Windows Server 2003 pada Oracle VM VirtualBox Manager untuk melakukan konfigurasi penyimpanan virtual. Praktik ini dilakukan untuk memastikan aplikasi web dapat berjalan melalui localhost, database dapat di-import dengan baik, password login dapat diamankan menggunakan MD5, serta file halaman web dapat diberikan perlindungan Read-Only.

1. Implementasi Apache Web Server

Tahap pertama yang dilakukan adalah menyiapkan folder aplikasi web bernama jasa. Folder aplikasi tersebut kemudian disalin ke dalam direktori web server XAMPP, yaitu pada lokasi C:\xampp\htdocs\jasa. Direktori htdocs digunakan sebagai tempat penyimpanan file aplikasi agar dapat dijalankan melalui browser menggunakan alamat localhost.

Pada gambar ini terlihat bahwa folder aplikasi jasa sudah berada di dalam direktori C:\xampp\htdocs. Hal ini menunjukkan bahwa file aplikasi sudah ditempatkan pada folder root web server sehingga dapat diproses oleh Apache.

Gambar 1. Folder aplikasi jasa pada direktori htdocs

Setelah folder aplikasi ditempatkan pada direktori htdocs, service Apache dan MySQL dijalankan melalui XAMPP Control Panel. Apache digunakan untuk menjalankan file PHP, sedangkan MySQL digunakan sebagai database aplikasi. Setelah service aktif, aplikasi diuji melalui browser dengan alamat http://localhost/jasa.

Gambar 2. Buka Aplikasi XAMPP

Gambar 3. Aplikasi jasa berhasil dibuka melalui localhost

Pada gambar ini terlihat aplikasi berhasil dijalankan melalui browser menggunakan alamat localhost. Hal ini menunjukkan bahwa Apache Web Server sudah berjalan dengan baik dan aplikasi berhasil terbaca oleh web server.

2. Konfigurasi Virtual Drive Storage

Tahap selanjutnya adalah membuat virtual drive baru pada Windows Server 2003 yang dijalankan melalui Oracle VM VirtualBox Manager. Virtual hard disk tambahan dibuat dengan kapasitas sekitar 15 GB sebagai media penyimpanan baru. Setelah virtual disk ditambahkan, Windows Server 2003 dijalankan untuk melakukan pengaturan drive melalui Disk Management.

Gambar 4. Ganti Nama Disk

Windows Server 2003 berhasil dijalankan melalui Oracle VM VirtualBox Manager. Mesin virtual ini digunakan untuk melakukan konfigurasi penyimpanan virtual sesuai kebutuhan praktik.

Setelah masuk ke Windows Server 2003, virtual disk baru dikonfigurasi melalui menu Disk Management. Disk tersebut kemudian dibuat partisi baru, diformat menggunakan sistem file NTFS, dan diberi nama drive sesuai identitas pengguna.

Gambar 5. Disk Management menampilkan drive baru 15 GB

Pada gambar ini terlihat drive baru dengan kapasitas sekitar 14.99 GB. Drive tersebut sudah aktif dan menggunakan sistem file NTFS, sehingga dapat digunakan sebagai media penyimpanan baru pada Windows Server 2003.

Pada gambar ini terlihat informasi drive baru yang sudah diberi nama Gian. Drive memiliki kapasitas sekitar 15 GB dan menggunakan format NTFS. Format NTFS dipilih karena mendukung fitur keamanan file dan folder yang lebih baik.

3. Migrasi dan Import Database MySQL

Tahap berikutnya adalah membuat database melalui phpMyAdmin. Database dibuat untuk menyimpan data yang digunakan oleh aplikasi jasa, seperti data user, transaksi, biaya, laporan, dan data lainnya. Setelah database dibuat, file database berformat SQL dari folder aplikasi jasa di-import ke dalam phpMyAdmin.


Gambar 6. Pembuatan database pada phpMyAdmin

Pada gambar ini terlihat proses pembuatan database baru melalui phpMyAdmin. Database ini digunakan sebagai tempat penyimpanan data utama aplikasi jasa.

Setelah database dibuat, file SQL kemudian di-import agar struktur tabel dan data awal dapat masuk ke dalam database. Jika proses import berhasil, maka tabel-tabel aplikasi akan muncul di dalam database.

Gambar 7. Import database berhasil dilakukan

Pada gambar ini terlihat bahwa file SQL berhasil di-import ke dalam database. Setelah proses import selesai, tabel-tabel aplikasi berhasil muncul dan siap digunakan oleh sistem.

Selanjutnya file koneksi aplikasi diperiksa melalui file koneksi.php. File ini berfungsi untuk menghubungkan aplikasi PHP dengan database MySQL. Nama database pada file koneksi harus disesuaikan agar aplikasi dapat terhubung dengan database yang benar.

Gambar 8. Nama Dataset

Pada gambar ini terlihat file koneksi database aplikasi. File ini sudah berhasil di import dan diubah namanya dengan Gian Kumar dan untuk mengatur koneksi antara aplikasi web dengan database MySQL.

Pada tahap ini, password login pada tabel user diperbarui menggunakan fungsi MD5. Tujuan penggunaan MD5 adalah agar password tidak tersimpan dalam bentuk teks biasa di database. Perubahan password dilakukan melalui menu SQL pada phpMyAdmin.

Query yang digunakan:

Gambar 9. Perubahan password menggunakan MD5

Pada gambar ini terlihat proses perubahan password user menggunakan fungsi MD5. Password yang sebelumnya masih dapat dibaca secara langsung diubah menjadi bentuk hash, sehingga lebih aman dibandingkan password biasa.

Setelah password berhasil diperbarui, dilakukan pengujian login ke aplikasi menggunakan username dan password yang sudah ditentukan. Jika login berhasil, maka proses perubahan password menggunakan MD5 sudah berhasil diterapkan.

Gambar 10. Login berhasil ke dashboard aplikasi

Pada gambar ini terlihat bahwa proses login berhasil dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa password yang sudah diubah menggunakan MD5 tetap dapat digunakan untuk masuk ke sistem.

5. Modifikasi Halaman Beranda dan Proteksi File

Tahap terakhir adalah melakukan modifikasi pada halaman beranda aplikasi. File yang dimodifikasi adalah index.php yang berada pada folder C:\xampp\htdocs\jasa. Pada file tersebut ditambahkan nama pengguna agar identitas tampil pada halaman utama aplikasi.

Pada gambar ini terlihat file index.php yang berada pada folder aplikasi jasa. File ini merupakan salah satu file utama yang digunakan untuk menampilkan halaman awal aplikasi.

Setelah file index.php dimodifikasi, aplikasi dibuka kembali melalui browser untuk memastikan perubahan berhasil tampil. Nama pengguna berhasil muncul pada halaman beranda aplikasi. Halaman berhasil dimodifikasi, file index.php diberikan atribut Read-Only menggunakan Command Prompt. Perintah yang digunakan adalah:

Gambar 11.Perintah Command Prompt(CMD)

Perintah attrib -h digunakan untuk menghilangkan atribut hidden jika sebelumnya file sempat tersembunyi. Perintah attrib +r digunakan untuk memberikan atribut Read-Only pada file index.php. Setelah itu, perintah attrib index.php digunakan untuk mengecek apakah file sudah memiliki atribut Read-Only.

Gambar 12. Notifikasi tidak bisa diedit

Pada gambar ini terlihat proses pemberian atribut Read-Only melalui Command Prompt. File index.php diberikan atribut +R agar tidak mudah diubah secara sembarangan.

Kesimpulan

Berdasarkan praktik yang telah dilakukan, aplikasi web jasa berhasil dijalankan menggunakan XAMPP sebagai web server. Folder aplikasi berhasil ditempatkan pada direktori htdocs dan dapat diakses melalui localhost. Selain itu, virtual drive baru sebesar 15 GB berhasil dibuat pada Windows Server 2003 melalui Oracle VirtualBox dan diformat menggunakan NTFS. Database aplikasi berhasil dibuat dan di-import melalui phpMyAdmin. Password user juga berhasil diperbarui menggunakan MD5, kemudian login berhasil dilakukan ke dashboard aplikasi. Terakhir, halaman beranda berhasil dimodifikasi dan file index.php diberikan proteksi Read-Only menggunakan perintah ATTRIB.

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar